Minggu, 09 Oktober 2016

TEKNOLOGI SISTEM CERDAS


 Pengertian Sistem Cerdas

    Sistem cerdas atau Artificial intelligence merupakan sebuah rancangan program yang memungkinkan komputer untuk melakukan suatu tugas atau mengambil keputusan dengan meniru suatu cara berpikir dan penalaran manusia. Sebuah program komputer yang menggunakan pengetahuan dan teknik inferensi (pengambilan kesimpulan) untuk memecahkan persoalan seperti yang dilakukan oleh seorang pakar. 

Sejarah Teknologi Sistem Cerdas
      Artikel ilmiah yang pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelompok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh  Allen Newell and  Herbert Simon. Namun bidang Kecerdasan Buatan baru  dianggap sebagai  bidang  tersendiri di  konferensi  Dartmouth tahun 1956, dimana 10 peneliti muda memimpikan mempergunakan komputer untuk memodelkan bagaimana  cara berfikir manusia. Hipotesis   mereka   adalah "Mekanisme berfikir   manusia   dapat   secara   tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer  digital",  dan  ini yang  menjadi  landasan dasar Kecerdasan Buatan.

Contoh Sistem Cerdas pada Bisnis
      Sistem pakar (expert system) yaitu sistem yang meniru kepakaran (keahlian) seseorang dalam bidang tertentu dalam menyelesaikan suatu permasalahan (Horn, 1986). Sistem pengolahan bahasa alami (natural language processing).

Kelebihan 
*Kreatif
*Memberikan pengambilan keputusan yang lebih baik.
*Dapat melakukan proses pembelajaran secara langsung, sementara AI harus mendapatkan masukan berupa symbol dan representasi-representasi.
*Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas sebagai referensi untuk pengambilan keputusan. Sebaliknya, AI menggunakan focus yang sempit
*Meningkatkan output dan produktivitas.

Kekurangan
*Masalah dalam mendapatkan pengetahuan di mana pengetahuan tidak selalu bisa didapatkan dengan mudah
*Untuk membuat suatu system pakar yang benar-benar berkualitas tinggi sangatlah sulit dan memerlukan biaya yang sangat besar untuk pengembangan dan pemeliharaanya
 
  
Referensi :



Kamis, 16 Juni 2016

ANALISA JURNAL ITIL



ITIL (Information Technology Infrastructure Library) adalah kumpulan-kumpulan infrastruktur yang di kembangkan oleh pemerintah Inggris karena adanya penemuan sistem mainframe meraka dapat mendukung pada lokasi berbeda di negaranya  sehingga menghasilkan performa yang sangat baik.

ITIL ini di kembangkan pada tahun 80-an oleh central computing and telekomunications agency (CCTA) dan meluas pada tahun 90-an. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC). Tujuan ITIL adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi.

Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah best practice famework  yang mampu meningkatkan layanan atau computing service didalam sektor Teknologi Informasi. Dimana ITIL framework ini dikembangkan oleh British Central Computer & Telecommunications Agency, yang juga bergabung dengan UK Office of Government Commerce (OGC) pada tahun 2001 Zegers,2006; Wegmann, 2008

Berikut adalah penjelasan mengenai ITIL process schematic :

1.       Service Strategy (SS)
Pada gambar diatas, menunjukan bahwa service strategy diletakan dipusat dari modul lainnya, yang mana ini berarti bahwa service strategy memberikan praktek dan teknik, serta arahan dalam hal bagaimana untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasi service management dari perspektif kemampuan organisasi dan aset strategik
2.       Service Design (SD)
Memberikan arahan untuk merancang dan mengembangkan layanan serta proses layanan tersebut. Yang meliputi prinsip rancangan dan metode untuk merubah tujuan strategik ke dalam  portofolio layanan dan aset layanan.
3.       Service Transition (ST)
Mengarahkan dalam hal pengembangan dan perbaikan atau peningkatan kemampuan dalam masa transisi layanan yang baru dan berubah menjadi operasi.
4.       Service Operation (SO)
Mewujudkan praktek didalam pengelolaan Service Operation. Termasuk mengarahkan dalam mencapai efektifitas dan efisiensi dalam  menyampaikan dan mendukung layanan supaya memastikan agar nilai kepada pelanggan dan kepada pemberi layanan
5.       Continual Service Improvement (CSI)
Meliputi instrumental arahan dalam membuat dan mengelola nilai kepada pelanggan melalui rancangan yang lebih baik, praktikan dan metode dari pengelolaan kualitas, pengelolaan perubahan, dan perbaikan kemampuan.


Sumber Referensi :

 

Kamis, 21 April 2016

MANAJEMEN LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI



TUGAS KELOMPOK 4

MANAJEMEN LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Dosen : Noor Vika Hizviani

Oleh :

Ahmad Rifat Shahab / 1C114862
Cut Gitty Faradilla / 12114469
Indah Dwi Iriyani / 15114256
Lauza Illaddini / 16114007
Puspita Dwi Septiyani / 18114561
Tata Try Satyo / 1A114673

2KA17

SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
April 2016


A.    Service operation
Service operation merupakan tahap implementasi dari layanan TI yang telah dikembangkan, membuat perangkat dokumen yang mengatur regulasi layanan seperti Standard Operating Procedure (SOP) dan manual/petunjuk pemakaian layanan TI kepada pengguna layanan. Proses-proses yang dilakukan pada iterasi service operation sebagai berikut:
1.      Manajemen Event (Event Management)
Tujuan dari proses ini adalah memastikan Configurasi item (CI) yang ada terpantau dan menyaring kategori event untuk memutuskan tindakan yang tepat.
2.      Manajemen Insiden (Incident Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola semua siklus insiden guna mengembalikan layanan TI kepada pelanggan secepat mungkin jika insiden terjadi.
3.      Pemenuhan Permintaan (Request Fulfilment)
Tujuan dari proses ini adalah memenuhi permintaan pelanggan pada layanan TI, seperti perubahan password atau permintaan informasi.
4.      Manajemen Akses (Access Management)
Tujuan dari proses ini adalah memberikan hak kepada pengguna yang berwenang dan mencegah akses dari pengguna yang tidak terotorisasi. Manajemen akses erat kaitannya dengan keamanan informasi.
5.      Manajemen Masalah (Problem Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola semua siklus masalah yang terjadi pada layanan TI. Manajemen masalah bertugas untuk mencegah terjadinya insiden dan meminimalkan dampak dari insiden.
6.      Pengendalian Operasi TI (TI Operations Control)
Tujuan dari proses ini adalah memantau dan mengontrol layanan TI beserta infrastrukturnya. Proses ini bertanggung jawab pada pengendalian tugas-tugas rutin dari pengelolaan layanan TI.
7.      Manajemen Fasilitas (Facilities Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola lingkungan fisik dari infrasturkur TI yang berjalan.
8.      Manajemen Aplikasi (Application Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola siklus hidup aplikasi layanan TI yang berjalan.
9.      Manajemen Teknis (Technical Management)
Tujuan dari proses ini adalah menyediakan ahli teknis untuk mendukung pengelolaan infrastruktur TI.
B.     Continual Service Improvement
Continual service improvement (CSI) merupakan bagian akhir dari iterasi siklus hidup layanan ITIL, pada iterasi ini dilakukan evaluasi terhadap layanan TI yang telah berjalan. CSI bertujuan untuk mempersiapkan rencana peningkatan terhadap layanan TI, agar mampu berjalan berkelanjutan. Proses-proses yang dilakukan pada iterasi continual service improvement sebagai berikut:
1.      Review Layanan (Service Review)
Tujuan dari proses ini adalah meninjau layanan TI dan infrastruktur secara teratur. Review berguna untuk meningkatkan kualitas layanan dan mengidentifikasi cara ekonomis dalam menyediakan layanan TI.
2.      Evaluasi Proses (Process Evaluation)
Tujuan dari proses ini adalah mengevaluasi proses secara teratur, melakukan identifikasi titik-titik improvement untuk meningkatkan kualitas layanan.
3.      Definisi Upaya CSI (Definition of CSI Initiatives)
Tujuan dari proses ini adalah menentukan upaya spesifik yang berguna untuk meningkatkan proses dan layanan TI baik secara internal ataupun external.
4.      Memantau Upaya CSI (Monitoring of CSI initiatives)
Tujuan dari proses ini adalah memeriksa / memastikan upaya yang dilakukan berjalan sesuai rencana, dan dilakukan tindakan korektif jika dianggap perlu.
C.     Business Relationship Management
Manajemen hubungan bisnis (BRM) adalah pendekatan formal untuk pemahaman, mendefinisikan, dan mendukung kegiatan antar-usaha yang terkait dengan jaringan bisnis. Manajemen hubungan bisnis terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku (atau kompetensi) yang membina hubungan yang produktif antara organisasi jasa (misalnya Sumber Daya Manusia , teknologi informasi , departemen keuangan, atau penyedia eksternal) dan mitra bisnis mereka.
BRM berbeda dari manajemen hubungan perusahaan dan manajemen hubungan pelanggan meskipun hal itu berkaitan. Ini adalah ruang lingkup yang lebih besar daripada penghubung yang sejalan kepentingan bisnis dengan TI Penyerahan .
BRM diimplementasikan melalui peran organisasi, disiplin, dan model
1.      Sebagai peran organisasi
Peran organisasi adalah hubungan antara penyedia layanan dan bisnis. Peran bertindak sebagai penghubung, orkestra, dan navigator antara penyedia layanan dan satu atau unit bisnis yang lebih.
2.      Sebagai suatu disiplin
Disiplin BRM adalah penelitian berbasis dan telah diverifikasi dan ditingkatkan untuk lebih dari satu dekade. Hal ini digunakan dalam organisasi di seluruh dunia dan berlaku efektif untuk layanan bersama , penyedia layanan eksternal dan lain-lain. Tujuan dari disiplin adalah untuk memungkinkan para pemangku kepentingan untuk mengembangkan, mengevaluasi, dan menggunakan hubungan jaringan bernilai tinggi.
3.      Sebagai model
Salah satu tujuan dari BRM adalah untuk menyediakan model lengkap hubungan bisnis dan nilai mereka dari waktu ke waktu, untuk membuat berbagai aspek mereka baik eksplisit dan terukur. Sebuah model BRM dewasa pada akhirnya akan mendukung bisnis strategis penelitian dan pengembangan usaha serta alat-alat dan teknik yang menerapkan prinsip-prinsip BRM.
D.    Financial Management for Information Technology Services
ITFM adalah disiplin berdasarkan prinsip keuangan dan akuntansi standar, tapi alamat prinsip-prinsip tertentu yang berlaku untuk layanan TI, seperti manajemen aset tetap, manajemen modal, audit, dan penyusutan.
Tujuan dari Manajemen Keuangan Jasa IT (ITFM) adalah untuk mengoptimalkan biaya IT Services saat mengambil menjadi kualitas akun dan faktor risiko. Saldo analisis biaya terhadap kualitas dan risiko untuk membuat cerdas, strategi optimalisasi biaya berdasarkan metrik-. Balancing diperlukan karena biaya pemotongan mungkin tidak menjadi strategi terbaik untuk memberikan output konsumen yang optimal.
Manajemen keuangan untuk layanan TI mengandung 3 sub-proses:
1.      Penganggaran
Penganggaran memungkinkan organisasi untuk merencanakan pengeluaran TI masa depan, mengurangi risiko over-pengeluaran dan memastikan pendapatan yang tersedia untuk menutupi pengeluaran diprediksi. Selain itu, anggaran memungkinkan sebuah organisasi untuk membandingkan biaya aktual dengan biaya diperkirakan sebelumnya dalam rangka meningkatkan keandalan prediksi penganggaran.
2.      Akuntansi IT
Akuntansi IT berkaitan dengan jumlah uang yang dihabiskan dalam memberikan layanan TI. Hal ini memungkinkan organisasi untuk melakukan berbagai analisis keuangan untuk mengukur efisiensi penyediaan layanan TI dan menentukan daerah mana penghematan biaya dapat dibuat. Hal ini juga akan memberikan transparansi keuangan untuk membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan.
Beberapa elemen biaya dapat digunakan untuk mengontrol akuntansi Anda:
·         Biaya modal: Setiap jenis pembelian yang akan memiliki nilai sisa, seperti perangkat keras dan pembangunan infrastruktur.
·         Biaya operasional: Hari-hari biaya berulang, seperti biaya sewa, faktur listrik bulanan dan gaji.
·         Biaya langsung: Setiap biaya yang secara langsung dikaitkan dengan salah satu layanan tunggal atau tertentu atau pelanggan.
·         Biaya tidak langsung: Satu penyediaan layanan tertentu yang perlu didistribusikan di antara beberapa pelanggan di breakdown adil.
·         Biaya tetap: Apa biaya didirikan untuk jangka waktu yang lama seperti kontrak pemeliharaan tahunan atau kontrak sewa. biaya ini tidak bervariasi dalam jangka pendek.
·         Biaya variabel: Setiap biaya yang bervariasi dalam jangka pendek berdasarkan tingkat layanan yang diberikan, sumber daya yang dikonsumsi, atau faktor lainnya. Misalnya, biaya energi adalah variabel berdasarkan jumlah yang dikonsumsi.
3.      Pengisian
Pengisian menyediakan kemampuan untuk menentukan biaya dari layanan TI secara proporsional dan adil untuk para pengguna layanan tersebut. Ini dapat digunakan sebagai langkah pertama menuju organisasi TI beroperasi sebagai bisnis otonom. Hal ini juga dapat digunakan untuk mendorong pengguna untuk bergerak dalam arah strategis penting - misalnya dengan subsidi sistem yang lebih baru dan memberlakukan biaya tambahan untuk penggunaan sistem warisan. Transparansi pengisian akan mendorong pengguna untuk menghindari kegiatan yang mahal di mana alternatif sedikit lebih nyaman tapi jauh lebih murah yang tersedia. Misalnya, pengguna mungkin isi dump pada layar daripada mencetaknya off.
Pengisian ini bisa dibilang yang paling kompleks dari tiga sub-proses, yang membutuhkan investasi besar sumber daya dan tingkat tinggi hati untuk menghindari anomali, di mana sebuah departemen individu dapat mengambil manfaat dari perilaku yang merugikan perusahaan secara keseluruhan. Pengisian kebijakan perlu secara bersamaan sederhana, adil dan realistis. 

Referensi :
http://andgaa.web.id/siklus-hidup-itil-service-operation/