Kamis, 21 April 2016

MANAJEMEN LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI



TUGAS KELOMPOK 4

MANAJEMEN LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Dosen : Noor Vika Hizviani

Oleh :

Ahmad Rifat Shahab / 1C114862
Cut Gitty Faradilla / 12114469
Indah Dwi Iriyani / 15114256
Lauza Illaddini / 16114007
Puspita Dwi Septiyani / 18114561
Tata Try Satyo / 1A114673

2KA17

SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
April 2016


A.    Service operation
Service operation merupakan tahap implementasi dari layanan TI yang telah dikembangkan, membuat perangkat dokumen yang mengatur regulasi layanan seperti Standard Operating Procedure (SOP) dan manual/petunjuk pemakaian layanan TI kepada pengguna layanan. Proses-proses yang dilakukan pada iterasi service operation sebagai berikut:
1.      Manajemen Event (Event Management)
Tujuan dari proses ini adalah memastikan Configurasi item (CI) yang ada terpantau dan menyaring kategori event untuk memutuskan tindakan yang tepat.
2.      Manajemen Insiden (Incident Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola semua siklus insiden guna mengembalikan layanan TI kepada pelanggan secepat mungkin jika insiden terjadi.
3.      Pemenuhan Permintaan (Request Fulfilment)
Tujuan dari proses ini adalah memenuhi permintaan pelanggan pada layanan TI, seperti perubahan password atau permintaan informasi.
4.      Manajemen Akses (Access Management)
Tujuan dari proses ini adalah memberikan hak kepada pengguna yang berwenang dan mencegah akses dari pengguna yang tidak terotorisasi. Manajemen akses erat kaitannya dengan keamanan informasi.
5.      Manajemen Masalah (Problem Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola semua siklus masalah yang terjadi pada layanan TI. Manajemen masalah bertugas untuk mencegah terjadinya insiden dan meminimalkan dampak dari insiden.
6.      Pengendalian Operasi TI (TI Operations Control)
Tujuan dari proses ini adalah memantau dan mengontrol layanan TI beserta infrastrukturnya. Proses ini bertanggung jawab pada pengendalian tugas-tugas rutin dari pengelolaan layanan TI.
7.      Manajemen Fasilitas (Facilities Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola lingkungan fisik dari infrasturkur TI yang berjalan.
8.      Manajemen Aplikasi (Application Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola siklus hidup aplikasi layanan TI yang berjalan.
9.      Manajemen Teknis (Technical Management)
Tujuan dari proses ini adalah menyediakan ahli teknis untuk mendukung pengelolaan infrastruktur TI.
B.     Continual Service Improvement
Continual service improvement (CSI) merupakan bagian akhir dari iterasi siklus hidup layanan ITIL, pada iterasi ini dilakukan evaluasi terhadap layanan TI yang telah berjalan. CSI bertujuan untuk mempersiapkan rencana peningkatan terhadap layanan TI, agar mampu berjalan berkelanjutan. Proses-proses yang dilakukan pada iterasi continual service improvement sebagai berikut:
1.      Review Layanan (Service Review)
Tujuan dari proses ini adalah meninjau layanan TI dan infrastruktur secara teratur. Review berguna untuk meningkatkan kualitas layanan dan mengidentifikasi cara ekonomis dalam menyediakan layanan TI.
2.      Evaluasi Proses (Process Evaluation)
Tujuan dari proses ini adalah mengevaluasi proses secara teratur, melakukan identifikasi titik-titik improvement untuk meningkatkan kualitas layanan.
3.      Definisi Upaya CSI (Definition of CSI Initiatives)
Tujuan dari proses ini adalah menentukan upaya spesifik yang berguna untuk meningkatkan proses dan layanan TI baik secara internal ataupun external.
4.      Memantau Upaya CSI (Monitoring of CSI initiatives)
Tujuan dari proses ini adalah memeriksa / memastikan upaya yang dilakukan berjalan sesuai rencana, dan dilakukan tindakan korektif jika dianggap perlu.
C.     Business Relationship Management
Manajemen hubungan bisnis (BRM) adalah pendekatan formal untuk pemahaman, mendefinisikan, dan mendukung kegiatan antar-usaha yang terkait dengan jaringan bisnis. Manajemen hubungan bisnis terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku (atau kompetensi) yang membina hubungan yang produktif antara organisasi jasa (misalnya Sumber Daya Manusia , teknologi informasi , departemen keuangan, atau penyedia eksternal) dan mitra bisnis mereka.
BRM berbeda dari manajemen hubungan perusahaan dan manajemen hubungan pelanggan meskipun hal itu berkaitan. Ini adalah ruang lingkup yang lebih besar daripada penghubung yang sejalan kepentingan bisnis dengan TI Penyerahan .
BRM diimplementasikan melalui peran organisasi, disiplin, dan model
1.      Sebagai peran organisasi
Peran organisasi adalah hubungan antara penyedia layanan dan bisnis. Peran bertindak sebagai penghubung, orkestra, dan navigator antara penyedia layanan dan satu atau unit bisnis yang lebih.
2.      Sebagai suatu disiplin
Disiplin BRM adalah penelitian berbasis dan telah diverifikasi dan ditingkatkan untuk lebih dari satu dekade. Hal ini digunakan dalam organisasi di seluruh dunia dan berlaku efektif untuk layanan bersama , penyedia layanan eksternal dan lain-lain. Tujuan dari disiplin adalah untuk memungkinkan para pemangku kepentingan untuk mengembangkan, mengevaluasi, dan menggunakan hubungan jaringan bernilai tinggi.
3.      Sebagai model
Salah satu tujuan dari BRM adalah untuk menyediakan model lengkap hubungan bisnis dan nilai mereka dari waktu ke waktu, untuk membuat berbagai aspek mereka baik eksplisit dan terukur. Sebuah model BRM dewasa pada akhirnya akan mendukung bisnis strategis penelitian dan pengembangan usaha serta alat-alat dan teknik yang menerapkan prinsip-prinsip BRM.
D.    Financial Management for Information Technology Services
ITFM adalah disiplin berdasarkan prinsip keuangan dan akuntansi standar, tapi alamat prinsip-prinsip tertentu yang berlaku untuk layanan TI, seperti manajemen aset tetap, manajemen modal, audit, dan penyusutan.
Tujuan dari Manajemen Keuangan Jasa IT (ITFM) adalah untuk mengoptimalkan biaya IT Services saat mengambil menjadi kualitas akun dan faktor risiko. Saldo analisis biaya terhadap kualitas dan risiko untuk membuat cerdas, strategi optimalisasi biaya berdasarkan metrik-. Balancing diperlukan karena biaya pemotongan mungkin tidak menjadi strategi terbaik untuk memberikan output konsumen yang optimal.
Manajemen keuangan untuk layanan TI mengandung 3 sub-proses:
1.      Penganggaran
Penganggaran memungkinkan organisasi untuk merencanakan pengeluaran TI masa depan, mengurangi risiko over-pengeluaran dan memastikan pendapatan yang tersedia untuk menutupi pengeluaran diprediksi. Selain itu, anggaran memungkinkan sebuah organisasi untuk membandingkan biaya aktual dengan biaya diperkirakan sebelumnya dalam rangka meningkatkan keandalan prediksi penganggaran.
2.      Akuntansi IT
Akuntansi IT berkaitan dengan jumlah uang yang dihabiskan dalam memberikan layanan TI. Hal ini memungkinkan organisasi untuk melakukan berbagai analisis keuangan untuk mengukur efisiensi penyediaan layanan TI dan menentukan daerah mana penghematan biaya dapat dibuat. Hal ini juga akan memberikan transparansi keuangan untuk membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan.
Beberapa elemen biaya dapat digunakan untuk mengontrol akuntansi Anda:
·         Biaya modal: Setiap jenis pembelian yang akan memiliki nilai sisa, seperti perangkat keras dan pembangunan infrastruktur.
·         Biaya operasional: Hari-hari biaya berulang, seperti biaya sewa, faktur listrik bulanan dan gaji.
·         Biaya langsung: Setiap biaya yang secara langsung dikaitkan dengan salah satu layanan tunggal atau tertentu atau pelanggan.
·         Biaya tidak langsung: Satu penyediaan layanan tertentu yang perlu didistribusikan di antara beberapa pelanggan di breakdown adil.
·         Biaya tetap: Apa biaya didirikan untuk jangka waktu yang lama seperti kontrak pemeliharaan tahunan atau kontrak sewa. biaya ini tidak bervariasi dalam jangka pendek.
·         Biaya variabel: Setiap biaya yang bervariasi dalam jangka pendek berdasarkan tingkat layanan yang diberikan, sumber daya yang dikonsumsi, atau faktor lainnya. Misalnya, biaya energi adalah variabel berdasarkan jumlah yang dikonsumsi.
3.      Pengisian
Pengisian menyediakan kemampuan untuk menentukan biaya dari layanan TI secara proporsional dan adil untuk para pengguna layanan tersebut. Ini dapat digunakan sebagai langkah pertama menuju organisasi TI beroperasi sebagai bisnis otonom. Hal ini juga dapat digunakan untuk mendorong pengguna untuk bergerak dalam arah strategis penting - misalnya dengan subsidi sistem yang lebih baru dan memberlakukan biaya tambahan untuk penggunaan sistem warisan. Transparansi pengisian akan mendorong pengguna untuk menghindari kegiatan yang mahal di mana alternatif sedikit lebih nyaman tapi jauh lebih murah yang tersedia. Misalnya, pengguna mungkin isi dump pada layar daripada mencetaknya off.
Pengisian ini bisa dibilang yang paling kompleks dari tiga sub-proses, yang membutuhkan investasi besar sumber daya dan tingkat tinggi hati untuk menghindari anomali, di mana sebuah departemen individu dapat mengambil manfaat dari perilaku yang merugikan perusahaan secara keseluruhan. Pengisian kebijakan perlu secara bersamaan sederhana, adil dan realistis. 

Referensi :
http://andgaa.web.id/siklus-hidup-itil-service-operation/ 

Sabtu, 26 Maret 2016

ANALISIS TENTANG INFORMATION TECHNOLOGY SERVICE MANAGEMENT


     Information technology service management atau disingkat ITSM merupakan konsep manajemen dalam memberi layanan teknologi informasi secara baik dan berhasil kepada pelanggan. Definisi tentang ITSM dijabarkan oleh beberapa ahli sebagai berikut:
    
     ITSM adalah suatu IT Service Management yang memiliki kemampuan untuk memberikan nilai kepada pelanggan dalam bentuk layanan; dan Kemampuan itu bertujuan untuk lebih meningkatkan ke-efektif-an dan efisiensi dalam pemberian layanan kepada pelanggan- Michael Wedemeyer
    
    “Service management as a set of specialized organizational capabilities for providing value to customers in the form of services” - Brady Orand

    Menurut Ivanka Menken (2009) seperti yang dikutip oleh K.Mayang (2010) pada website http://speaking-knowledge.blogspot.com, bahwa IT Service Management merupakan manajemen dari semua proses yang bekerja sama untuk memastikan kualitas layanan, sesuai dengan tingkat layanan yang telah disepakati dengan pelanggan.

Standar elemen untuk definisi ITSM secara umum meliputi:
  • Penjelasan tentang proses yang diperlukan untuk memberikan dan dukungan IT Services untuk pelanggan.
  • Tujuan utama adalah untuk menyampaikan dan mendukung teknologi atau produk yang dibutuhkan oleh key business untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasi.
  • Memberikan peran dan tanggung jawab bagi orang yang terlibat termasuk staf TI, pelanggan dan stakeholder lainnya yang terlibat.
  • Pengelolaan pihak eksternal yang terlibat dalam peran dan dukungan teknologi atau produk yang ada.
     Kombinasi elemen-elemen ini memberikan kemampuan yang dibutuhkan untuk sebuah organisasi untuk memberikan kualitas dan dukungan IT Services yang memenuhi kebutuhan bisnis yang spesifik.

Manfaat dari ITSM, yaitu :
  • Peningkatan mutu penyediaan layanan
  • Biaya kualitas pelayanan dapat dibenarkan
  • Pelayanan yang memenuhi bisnis, pelanggan dan tuntutan dari user
  • Proses Bisnis yang terjadi dapat lebih terpusat
  • Setiap orang mengetahui peran dan tanggung jawab mereka dalam penyediaan layanan
  • Belajar dari pengalaman sebelumnya
  • Indikator kinerja dapat dibuktikan.
Ada empat perspektif atau atribut untuk menjelaskan konsep ITSM, yaitu :


 4 Perspektif ITSM (source : Google)

  1. Partners/Suppliers : Perspektif partners/suppliers memperhitungkan pentingnya mitra dan hubungan dengan supplier/pemasok external demi membangun kontribusi yang positif pada layanan.
  2. People : Perspektif people berkaitan dengan bagaimana mengelola sumber daya manusia seperti staf TI, pelanggan dan stakeholder lainnya guna memenuhi kebutuhan layanan TI.
  3. Product/Technology : Perspektif product/technology fokus pada memperhitungkan teknologi yang digunakan, perangkat keras & perangkat lunak, anggaran dan infrastruktur layanan TI.
  4. Process : Perspektif process berkaitan dengan menjaga proses layanan agar dapat disampaikan kepada pengguna sesuai dengan aliran proses yang telah direncanakan sehingga dapat memuaskan pelanggan.


     Kunci keberhasilan dalam sebuah organisasi terletak pada lingkungan yang dinamis dalam penggunaan IT (Information Technology) yang efisien dan efektif dalam mendukung strategi bisnis dan proses. Untuk menghindari ketidaksesuaian antara proses bisnis dengan ketersediaan infrastruktur IT, dibutuhkan suatu sarana yang dapat dihandalkan keakuratan penggunaanya. Salah satu pendekatan yang telah berkembang dengan baik dan dapat diadaptasi sebagai kerangka kerja IT Service Management (ITSM) adalah IT Infrastructure Library (ITIL). Komponen dalam ITSM adalah Service Operation yang merupakan fungsi dan proses operasional yang menjamin user untuk dapat mengakses pelayanan yang tepat demi mendukung fungsi dan pelayanan bisnis, Dua aspek utama yang terkait dalam kegiatan operasional sehari-hari adalah Incident Management dan Problem Management. Studi kasus ini dilakukan untuk melakukan peninjauan ulang terhadap fungsi Incident Management dan Problem Management yang terjadi serta mengajukan beberapa rekomendasi terkait dengan area tersebut. Serta dilakukan juga peninjauan atas maturity level pada unit terkait serta bagaimana cara meningkatkan pencapaian darimaturity level tersebut di masa mendatang.


Sumber :

http://brage.bibsys.no/xmlui/bitstream/id/86152/Eikebrokk_2013_Implementing.pdf

http://xa.yimg.com/kq/groups/24709041/2133947559/name/TUGAS+RESUME+JURNAL+SEBELUM+UAS.ppt

http://ijcsi.org/papers/IJCSI-8-3-2-515-522.pdf

http://eprints.binus.ac.id/28319/

http://jurnal.bakrie.ac.id/index.php/JCI/article/download/417/359

http://arifinreinaldo.blog.binusian.org/files/2014/04/PAPER-05-ITIL.doc

Sabtu, 21 November 2015

JAVASCRIPT

Apa itu javascript
   Javascript adalah sebuah kode pemrograman yang digunakan pada website agar website tersebut menjadi lebih interaktif dan dinamis. Javascript adalah jenis bahasa pemrograman client side.

   Secara definisi, Client-side Scripting adalah bahasa pemrograman web yang pengolahan datanya dilakukan oleh komputer pengguna/pengunjung. Jadi, ketika seseorang berkunjung ke sebuah web, komputernya akan mendownload data/script yang bersifat client-side di web tersebut. Client-side script mempengaruhi berat-tidaknya loading sebuah website yang tergantung pada kecepatan loading & spesifikasi komputer serta koneksi internet penggunanya. Client-side script meliputi kode-kode yang ditampilkan ketika anda mengklik kanan pada sebuah halaman web dan melihat sumber halaman (View Page Source). Contoh dari Client-side Script adalah HTML, CSS, JavaScript dan XML. Penggunaan kode javascript pada sebuah website bersifat opsional, artinya tidak harus selalu ada. Namun, website-website maupun blog modern saat ini hampir semuanya menggunakan kode javascript walaupun sedikit.

Sejarah javascript
  JavaScript pada awalnya dikembangkan oleh Brendan Eich, saat masih bekerja di Netcape Communications Corporation. Meskipun dikembangkan dengan nama Mocha yang nantinya namanya diganti menjadi LiveScript ketika pertama kali dikirim dalam rilis beta Netscape Navigator 2.0 pada bulan September 1995 , tapi namanya diubah menjadi JavaScript.

   Navigator sebelumnya telah mendukung Java untuk lebih bisa dimanfaatkan para programmer yang non-Java. Maka dikembangkanlah bahasa pemrograman bernama LiveScript untuk mengakomodasi hal tersebut. Bahasa pemrograman inilah yang akhirnya berkembang dan diberi nama JavaScript, walaupun tidak ada hubungan bahasa antara Java dengan JavaScript.

Penulisan kode javascript

Kode JavaScript biasanya dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head> yang dibuka dengan tag  <script type="text/javascript">

<scripttype="text/javascript">
 alert("Halo Dunia!");
</script>

Kode JavaScript  juga bisa diletakkan di file tersendiri yang berekstensi .js (singkatan dari JavaScript) Untuk memanggil kode JavaScript yang terdapat di file sendiri, di bagian awal <head> harus ditentukan dahulu nama file .js yang dimaksud menggunakan contoh kode seperti berikut.

<scripttype="text/javascript"src="alamat.js">
</script>

Script Pada Bagian Head
Script ini akan dieksekusi ketika dipanggil (biasanya berbentuk function) atau dipanggil berdasarkan trigger pada event tertentu. Peletakkan script di head akan menjamin skript di-load terlebih dahulu sebelum digunakan (dipanggil).

<html>
<head>
<scripttype="text/javascript">
...
</script>
</head>
</html>

Script Pada Body
Script ini dieksekusi ketika halaman di-load sampai di bagian <body>. Ketika menempatkan script pada bagian <body> berarti antara isi dan JavaScript dijadikan satu bagian.

<html>
<head>
</head>
<body>
<scripttype="text/javascript">
...
</script>
</body>
</html>

Jumlah JavaScript di <head> dan <body> yang ditempatkan pada dokumen tidak terbatas.
  
Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan
  • Mudah Dipelajari : JavaScript merupakan bahasa semi pemrograman yang merupakan gabungan antara bahasa pemrograman Java dengan bahasa kode HTML sehingga disebut bahasa hybrid.
  • Terbuka : JavaScript tidak terkait oleh  hardware maupun software tertentu bahkan sistem operasi seperti windows maupun unix. Karena bersifat terbuka, jadi JavaScript bisa dibuat maupun di baca di semua jenis komputer.
  • Ukuran File Kecil : Script dari JavaScript memiliki ukuran yang kecil sehinggan web yang memiliki JavaScript ditampilkan di browser maka akses tampilannya akan lebih cepat.
  • Cepat : Karena diletakkan di HTML,  dan langsung dicoba di browser.

Kekurangan
  • Masalah Keamanan : Potongan JavaScript, setelah ditambahkan ke halaman web mengeksekusi pada server klien dengan segera dan karena itu juga dapat digunakan untuk mengeksploitasi sistem pengguna. Sementara pembatasan tertentu yang ditetapkan oleh standar web modern pada browser, kode berbahaya masih bisa dijalankan sesuai dengan batasan yang ditetapkan.
  • Kemampuan Terbatas : Meskipun JavaScript mampu membuat bentuk web menjadi interaktif dan dinamis, namun JavaScript tidak mampu membuat program aplikasi sendiri seperti Java.
  • Keterbatasan Objek : JavaScript tidak mampu membuat kelas-kelas yang bisa menampung objek-objek tambahan seperti Java, karena JavaScript sudah memiliki objek yang builtin pada struktur bahasanya.

Sumber :

www.syakirurohman.net/2014/11/pengertianl-apa-itu-javascript-manfaat-cara-kerja.html

http://gustiaguss.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-dan-sejarah-javascript.html

SUN MICROSYSTEM



    Sun Microsystems, Inc adalah sebuah produsen semikonduktor dan perangkat lunak yang bermarkas di Santa Clara, California, di Lembah Silikon, Prabik Sun terletak di Hillsboro, Oregon dan Linlithgow, Skotlandia, Ia di beli oleh Oracle Corporation pada 2010.

      Sun didirikan pada bulan Februari 1982 dengan hanya empat karyawan. Selama sepuluh tahun berikutnya, perusahaan ini terutama vendor perangkat keras menjual workstation, tetapi mereka melakukan itu tugas tunggal cukup baik. Mereka menjual workstation berbasis prosesor 68000 menjalankan sistem operasi Unix, dan menggunakan protokol TCP / IP (sekarang dikenal sebagai Internet Protocol) dengan biaya yang relatif rendah. Lima tahun kemudian, mereka memenangkan Perang Workstation dari tahun 1980 dan memimpin di pasar. Mereka tetap memimpin ke awal 1990-an, ketika mereka diperluas ke server.

      Gelembung dot-com pada 1990-an menyebabkan bisnis booming dan pertumbuhan dramatis untuk Sun Microsystems. Baru perusahaan dot-com mulai di mana-mana, menciptakan permintaan mahal Sun sistem berbasis server untuk menangani tingkat tinggi lalu lintas web. Ketika gelembung dot-com meledak pada tahun 2001, bagaimanapun, itu memukul Sun keras. Penjualan untuk hardware, pasar utama Sun, menurun drastis. Tidak ada dot-com baru perusahaan yang memulai dan membutuhkan peralatan baru. Perusahaan startup yang ada tidak perlu meng-upgrade server mereka-ketika lalu lintas web gagal memenuhi harapan mereka, yang ada mereka high-end server Sun bisa menangani beban yang ada cukup baik. Dan sebagai dot-com mulai keluar dari bisnis, peralatan mereka dilelang, dan tiba-tiba perusahaan yang membutuhkan high-end server Sun bisa mendapatkan mereka dengan biaya yang jauh lebih rendah dari Sun menawarkan. Akhirnya, Sun juga menghadapi persaingan dari baru pertanian server strategi yang digunakan sejumlah besar kecil, server murah menjalankan sistem operasi open source (terutama Linux) bukan strategi tradisional sejumlah kecil mahal, high-end server seperti Matahari yang diproduksi. Sebagai hasil dari semua faktor ini, Sun mengalami beberapa kuartal kerugian stabil, saham mereka turun menjadi kurang dari sepersepuluh dari nilai puncaknya, dan Sun dipaksa untuk menutup pabrik dan memberhentikan karyawan.

      Selain besar pengurangan biaya usaha, Sun berhasil cuaca resesi melalui fleksibilitas, mengadopsi strategi pesaing dan diversifikasi produk itu. Sun mengembangkan sistem 64-bit yang ampuh tetapi rendah-biaya untuk bersaing di pasar server low-end. Mereka mulai bersaing dalam dunia open source dengan menyumbang 1.600 paten kepada komunitas sumber global yang terbuka pada tahun 2005. Saat ini, Sun menawarkan suite open-source kantor (StarOffice dan OpenOffice), versi open source dari Solaris (OpenSolaris), dan mengubah platform yang kuat mereka sistem Java ke sebuah proyek open source. Akhirnya, mereka mulai diversifikasi usaha mereka dari hardware dan terutama bersaing dalam “Software sebagai Service” Pasar. Pada tahun 2005, mereka memperluas 3000-CPU server mereka pertanian digunakan untuk penelitian dan pengembangan, dan membuatnya tersedia untuk penggunaan komersial, menjual jam pengolahan dan penyimpanan dengan harga terjangkau.

  SUN OS adalah sebuah versi UNIX yang digunakan dalam workstation-workstation Sun Microsystems yang dirilis pada tahun 1982. Setelah merilis SunOS versi 4, Sun Microsystems mengubah kode UNIX BSD yang sebelumnya mereka gunakan dengan kode UNIX System V, setelah mendapatkan lisensi dari pemegang lisensi UNIX waktu itu, AT&T. Perubahan ini menjadikan namanya berubah menjadi Solaris versi 2, dari yang seharusnya SunOS 5. Sehingga, secara tidak langsung, SunOS pun dianggap sebagai Solaris versi 1.x.  


Sumber :

https://octavianadwipuspa.wordpress.com/2012/09/14/kelebihan-dan-kekurangan-os/

http://www.oracle.com/us/sun/index.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Oracle_Solaris